Berawal tanpa sengaja,
tanpa bisa di raba tapi terasa nyata,
terjalin dengan maya namun penuh makna,
entah apa hanya sebab sebuah perasaan iba,
laksana angin malam kehadiranya membawa kesejukan jiwa yang lara,
apa ini pertanda bahwa rasa ini nyata adanya,
hatipun bertanya, kenapa...rasa yang ku rasakan begitu sempurna sedang dia di jung nyata,
kau laksana bunga yang mekar di taman auramu pancarkan kedamaian,
wahai bidadari khayangan izinkan khayalanku bersamamu menjelma menjadi mimpi malamnya,
hingga pagi membangunkan tidurnya seolah dia masih dalam mimpinya,
tapi kicauan burung sontak menyadarkanya,
hingga ia terbangun dari mimpinya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar